Kamis, 22 Desember 2011

Kaizen


Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus atau berkesinambungan dalam perusahaan bisnis. Kaizen melibatkan pemodal, karyawan dan manajer semua lini dalam perusahaan untuk pengembangan perusahaan ke arah yang lebih baik. Kaizen berasal dari Bahasa Jepang yaitu kai artinya perubahan dan zen artinya baik. Di Cina kaizen bernama gaishan di mana gai berarti perubahan / perbaikan dan shan berarti baik / benefit. Kaizen merupakan aktivitas harian yang pada prinsipnya memiliki dasar sebagai berikut:
1. Berorientasi pada proses dan hasil.
2. Berpikir secara sistematis pada seluruh proses.
3. Tidak menyalahkan, tetapi terus belajar dari kesalahan yang terjadi di lapangan.
Untuk ukuran Indonesia, teori ini mungkin akan agak sulit untuk diimplementasikan karena anggapan dan budaya kebanyakan orang yang nerimo saja dan juga mudah puas atas prestasi yang telah dicapai. Jarang ada karyawan atau buruh yang mau bekerja tambahan dengan memikirkan hal-hal tentang kemajuan perusahaan tanpa dibayar sepeserpun Istilah kaizen atau Just in Time ini kerap kali digunakan sebagai salah satu strategi perbaikan dalam manajemen kualitas dan alternative management yang selama ini didominasi oleh Negara barat dan Amerika, namun dalam perkembangannya system manajemen ini mendapat perhatian para analis manajemen setelah melihat perkembangan yang pesat ekonomi jepang yang kerap kali merepotkan hegemoni amerika dalam percaturan ekonomi global.
Fenomena pertumbuhan ekonomi jepang pasca PD II memberikan motivasi pembangunan kembali dari puing peperangan dan diutuslah seorang ahli survey AS yang bernama Dr. W. Edward Deming yang mencoba membantu Jepang untuk pembangunan kembali ekonomi Jepang sehingga konsep Deming mulai tahun 1970-an telah diterapkan oleh perusahaan Jepang yang terkenal dengan “14 kunci Dr. Deming” dan anehnya sukses penerapan konsep deming di industri jepang pemerintah AS baru tertarik pada konsep tersebut.
Namun konsep deming yang Kemudian lebih dikenal dengan konsep kaizen secara luas baru diperkenalkan oleh Masaaki Imai dalam bukunya “Kaizen : the key to Japan’s competitive success” (1986). Coba kesimpulan Europe Japan Centre tentang Kaizen Jepang yang mengungkapkan bahwa :
“Kaizen mengatakan kepada kita bahwa hanya dengn secara terus menrus tetap sadr dn membuat bertus-ratus ribu peningkatan kecil, maka dimungkinkan untuk menghasilkn barang dan jasa yang mutunya otentik sehingga memuaskan pelanggan. Cara paling mudah mencapainya adalah dengan keikutsertaan, motivasi dan peningkatan terus menerus dari masing-masing dan semua karyawan dalam organisasi. Keikutsertaan staf tergantung pada komintmen manajemen senior, strategi yang jelas dan ketabahan - karena kaizen bukan jalan pintas melainkan proses yang berjalan secara terus menerus untuk menciptakan hasil yang diinginkan”. (Cane, 1998:265)
Dengan pertumbuhan ekonomi Jepang berdampak pada dorongan negara Asia lainnya untuk terus mengejar ketertinggalannya, lalu bagaimana dengan Negara Indonesia sendiri yang terlihat malah semakin terpuruk pasca reformasi tahun 1999 bahkan untuk mengejar negeri jiran sekalipun terasa sangat berat sekali kunci keunggulan perusahaan jepang adalah sangat unggul dalam persaingan salah satu kemampuannya adalah menghilangkan pemborosan dan menghindari berbagai kesulitan sedangkan AS sebaliknya mengalami kesulitan dalam menghemat Sumber Daya Alam yang memang sangat melimpah bila dibandingkan Jepang sehingga istilah perbaikan mutu secara terus menerus (Just in time) tidak berlaku bagi manajemen Amerika tapi lebih cenderung just in case.
Kaizen atau perbaikan secara terus menerus selalu beriringan dengan Total Quality Management (TQM). Bahkan sebelum filosofi TQM ini terlaksana atau sebelum system mutu dapat dilaksanakan dalam suatu perusahaan maka filosofi ini tidak akan dapat dilaksanakan sehingga perbaikan secara terus menerus (Just in time) ini adalah usaha yang melekat pada filosofi TQM itu sendiri. Sehingga Kaizen bisa juga merupakan suatu kesatuan pandangan yang komprehensif dan terintegrasi yang memiliki ciri khas :
·       Berorientasi pada pelanggan.
·       Pengendalian mutu secara menyeluruh (Total Quality Management)
·       Robotik
·       Gugus kendali mutu
·       System saran
·       Otomatisasi
·       Displin ditempat kerja
·       Pemeliharan produktiftas
·       Kanban
·       Penyempurnaan dan perbaikan mutu
·       Tepat waktu
·       Tanpa cacat
·       Kegiatan kelompok kecil
·       Hubungan kerjasama antara manajer dan karyawan
·       Pengembangan produk baru

Kunci Pelaksanaan Kaizen
Secara garis besar ada delapan kunci utama pelaksanaan just in time atau kaizen dalam kegiatan industri yaitu :
1. Menghasilkan produk sesuai dengan jadwal yang didasarkan pada permintaan pelanggan
Sistem kaizen bisanya menghasilkan produksi sesuai dengan pesanan pelanggan dengan sistem produksi tarik (pull system) yang dibantu dengan menggunakan kartu kanban.
2. Memproduksi dalam jumlah kecil (small lot size)
Ciri khas lain adalah memproduksi dalam jumlah kecil sesuai dengan permintaan pelanggan akan menghemat biaya dan sumber daya selain menghilangkan persedian barang dalam proses yang merupakan sejenis pemborosan yang dapat dihindari dengan menggunakan penjadwalan proses produksi selain itu juga menggunakan pola produksi campur merata (Heijunka) yang dimaksud heijunka adalah memproduksi bermacam-macam dalam satu lini produksi.
3. Menghilangkan pemborosan
Untuk menghindari pemborosan pada persediaan, pembelian dan penjadwalan dengan menggunakan sistem kartu kanban yang mendukung sistem produksi tarik, selain menghasilkan produksi dengan baik sejak awal yaitu pantang menerima, pantang memproses dan pantang menyerahkan produk cacat dengan bekerjasama dengan pemasok dengan persediaan yaitu mengurangi jumlah barang yang dating, menghilangkan persediaan penyangga, mengurangi biaya pembelian, memperbaiki penanganan bahan baku, tercapainy persediaan dalam jumlah kecil dan mendapatkan pemasok yang dapat dipercaya.
4. Memperbaiki aliran produksi
Penataan produksi dilakukan dengan berpedoman pada lima disiplin di tempat kerja yaitu 5-S yang antara lain :
• Seiri atau pemilahan yaitu disiplin ditempat kerja dengan cara melakukan pemisahan berbgai alat atau komponen ditempat masing-masing sehingga untuk mencarinya nanti bila diperlukan akan lebih mudah.
• Seiton atau penataan yaitu disiplin ditempat kerja dengan melakukan penyimpanan fungsional dan membuang waktu untuk mencari barang. Seiso atau pembersihan yaitu disiplin ditempt kerja dengan melakukan pembersihan sebagai pemeriksaan dan tingkat kebersihan.
• Seiketsu atau pemantapan/perawatan yaitu manajemen visual dan pemantpn 5-S seperti pemberian tanda, pengumuman, label, pengaturan kabel, kode, dsb.
• Shitsuke atau pembiasaan yaitu pembentukan kebiasaan dan tempat kerja yang berdisiplin.
5. Menyempurnakan kualitas produk
Salah satunya untuk menyempurnakan kualitas produk dengn melihat prinsip mnajemen yaitu memelihara pengendalian proses dan membuat semua orang bertanggungjawab terhadap tercapainya mutu, meningkatkan pndangan manajemen terhadap mutu, terpenuhinya pengendalian mutu produk dengn tegas, memberikan wewenang kepada karyawn untuk mengadkan pengendlin mutu produk, menghendaki koreksi terhadap cacat produk oleh karyawan, tercapainya inpeksi 100 % terhadap mutu produk dan tercpai komitmen terhadap pengedlin mutu jangka panjang.
6. Orang-orang yang tanggap
Penerapan Sistem Kaizen ini tidak lagi menggunakan pilar keuangan, pemasaran, SDM, tapi menggunakan lintas fungsi atau lintas disiplin sehingga seluruh karyawan harus menguasai seluruh bidang dalm perusahan sesuai dengan jenjang dan kedudukannya dan kesalahan dalam proses selalu ditandai dengan menyalanya lampu andon dan proses dihentikan dan seluruh karyawan terfokus pada perbaikan yang terkenal dengan istilh jidoka yaitu semua karyawn bertanggungjawab terhadap tercapaianya produk yang baik dan mencegah terjadinya kesalahan.
7. Menghilangkan ketidakpastian
Untuk menghilangkan ketidakpastian dengan pemasok dengan cara menjalin hubungan abadi dan memilki satu pemasok yang lokasinya berdekatan dengan perusahaan yang masih kerabat dengan pemilik perusahaan, sedang dalam proses produksi dengan cara menerapkan system produksi tarik dengan bantuan kartu kanban dan produksi campur merata (Heijunka)
8. Penekanan pada pemeliharaan jangka panjang
Karakteristik pemeliharaan dengan berpegang pada kontrak jangka panjang, memperbaiki mutu, fleksibilitas dlm mengadakan pesnan barang, pemesanan dlam jumlah kecil yang dilakukan berkali-kali, mengadkan perbaikn secara terus menerus dan berkesinambungan.
Istilah lain yang bertujuan mengimbangi system kaizen ini adalah reengineering yaitu mengadakan perombakan proses bisnis secara total sampai keakar-akarnya dan system ini diciptakan Amerika untuk mengejar ketinggalannya dari Jepang yang pernah dibantu ekonominya, baru kalau perombakan ini telah dilakukan maka pemeliharaan dan peningkatan secara terus menerus dan berkesinambungan dapat dilaksanakan. Bisa juga menerapkan konsep benchmarking yaitu cara untuk mengadakan perbaikan dengan meniru praktek bisnis terbaik dikelasnya, baik untuk produksi, jasa maupun proses dan sistemnya.
Dampak positif Kaizen :
1. Setiap orang akan mampu menemukan masalah dengan cepat.
2. Setiap orang akam memberikan perhatian dan penekanan pada tahap perencanaan.
3. Mendukung cara berfikir yang berorientasi proses.
4. Setiap orang berkonsentrasi pada masalah-masalah yang lebih penting dan memdesak untuk diselesaikan.
5. Setiap orang akan berpartisipasi dalam  membangun sistem yang baru.
Negara Jepang itu secara geografis adalah negara yang sangat minim sumber daya alam. Jepang mempunyai area yang sangat terbatas. Daratannya, 80% berupa pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian dan peternakan. Namun hal ini tidak menyurutkan mental dan tekad bangsa tersebut untuk maju dan bersaing untuk membuktikan bahwa negaranya layak menjadi lebih unggul daripada negara lain di dunia.
Karakteristik bangsa Jepang yang utama  adalah sikap dan mentalitas pekerja keras. Bagi mereka hidup adalah bekerja. Orang - orang Jepang sangat disiplin dan menaruh penghargaan yang sangat tinggi terhadap waktu. Orang Jepang sudah biasa bekerja 14 - 18 jam sehari, 94 - 126 jam seminggu. Selain itu membaca adalah kesukaan orang Jepang, jika kita melihat disepanjang jalan dan sudut kota di Jepang setiap orang sibuk dan asyik tenggelam dengan bacaannya dan  sangat suka belajar. Bagi mereka tiada waktu selain bekerja dan belajar.
Jepang laksana suatu negara “industri terapung” yang besar sekali, mengimpor bahan baku dari semua negara di dunia dan mengekspor barang jadinya. Saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi  nomor dua di dunia. Industri mobil Jepang bisa dikatakan telah merajai sebagian pasar jenis mobil sedan seperi merk Honda, Toyota, Mazda dan Suzuki, belum lagi  produk Jepang lainnya berupa peralatan elektronik seperti kita mengenal merk Sharp, Sony, Sanyo, Toshiba, Canon, dan sebagainya, serta produk kreatif dan inovatif lainnya seperti robot yang bisa membantu pekerjaan rumah tangga,  kacamata yang bisa melacak benda yang hilang, kereta listrik kecepatan super cepat JR-Maglev.
Salah satu kereta api tercepat dunia dengan kecepatan resmi, 581 km/jam (2003, Guiness World Record). Kereta api super cepat Jepang ini tidak berjalan pada relnya, tapi melayang, diatas relnya setinggi 10 cm.  Salah satu rahasia sukses terbesar bangsa Jepang adalah Kaizen. Kaizen(baca: kai-seng). Kai = merubah dan Zen = lebih baik. Pengertian Kaizen adalah peningkatan terus menerus / berkesinambungan (continous improvement) atau usaha perbaikan berkelanjutan untuk menjadi lebih baik dari kondisi sekarang. Konsep yang lahir di Jepang yang bermula karena pengalaman orang-orang Jepang belajar  pada perusahaan-perusahaan di Amerika yang setelah beberapa puluh tahun kemudian ternyata perusahaan Amerika tidak pernah melakukan perubahan atau pengembangan bagaimana perusahaan tersebut bekerja tetapi tetap persis sama dengan ketika berpuluh tahun yang lalu mereka ke sana pertama kali.
Bangsa Jepang yang telah membuktikan bahwa Kaizen mampu membangun kembali keterpurukan akibat kekalahan dalam Perang Dunia II. Jepang mampu membudayakan proses Kaizen, membuat segalanya semakin sempurna, menciptakan produk-produk industri unggulan, sehingga Jepang mampu membangun the whole of industry and business. Kekuatan baru ekonomi dan industri pasca PD II. Jepang menjadi bangsa yang sangat diperhitungkan dalam percaturan dunia karena peradaban yang sangat maju melalui penguasaan teknologi dan bidang perdagangan dunia. Kaizen dipopulerkan oleh Masaaki Imai (1986) melalui bukunya Gemba Kaizen.
Kaizen sebenarnya merupakan sebuah konsep atau mindset, agar orang selalu berpikir dan berusaha membuat lebih baik dari yang sudah ada, dengan melakukan pengamatan di tempat kerja atau Gemba. Kaizen dibagi menjadi 3 segmen, tergantung kebutuhan masing-masing perusahaan, yaitu:
1.      Kaizen yang berorientasi pada Manajemen, memusatkan perhatiannya pada masalah logistik dan strategis yang terpenting dan memberikan momentum untuk mengejar kemajuan dan moral.
2.      Kaizen yang berorientasi pada Kelompok, dilaksanakan oleh gugus kendali mutu, kelompok Jinshu Kansi/manajemen sukarela menggunakan alat statistik untuk memecahkan masalah, menganalisa, melaksanakan dan menetapkan standar/prosedur baru.
3.      Kaizen yang berorientasi pada Individu, dimanifestasikan dalam bentuk saran, dimana seseorang harus bekerja lebih pintar bila tidak mau bekerja keras.Sasaran utama dari Kaizen adalah menghilangkan pemborosan yang tidak memberikan nilai tambah produk/jasa dari perspektif konsumen. Pemborosan-pemborosan itu perlu dieliminir karena menimbulkan biaya-biaya yang menyebabkan berkurangnya profit.
Disamping itu konsumen tidak mau menanggung biaya-biaya yang tidak perlu tersebut.Kaizen dilakukan dengan melibatkan semua orang, mulai dari manajer sampai karyawan/karyawati pada level bawah, mengandalkan pengamatan di tempat kerja, dilakukan dengan biaya yang cukup murah, dan berhasil meningkatkan keunggulan bersaing produk di bidang mutu dan harga.
Selain itu, juga menanamkan mindset untuk selalu berpikir ke arah yang lebih baik, untuk selalu belajar dan memperbaiki diri. Kaizenberarti peningkatan dalam keahlian. Maksudnya kaizen itu erat sekali hubungannya dengan kesadaran akan pencarian masalah, kreativitas dan penciptaan ide, serta implementasinya. Kaizen berarti “Menyelesaikan Masalah”. Entah itu masalah yang ditemukan karena situasi, masalah yang digali, atau masalah yang diciptakan dengan sengaja. Tidak memiliki masalah juga berarti masalah itu sendiri. Bisa terjadi karena masalah tersebut tidak disadari, tidak bisa diramalkan, atau karena anggapan kalau dunia itu seperti mereka apa adanya (The frog inside the cage).
Point penting dalam proses penerapan Kaizen yaitu Konsep 3M (Muda, Mura, dan Muri). Konsep ini dibentuk untuk mengurangi kelelahan, meningkatkan mutu, mempersingkat waktu dan mengurangi atau efsiensi biaya. Dalam istilah Jepang, Muda diartikan sebagai mengurangi pemborosan, Mura diartikan sebagai mengurangi perbedaan dan Muri diartikan sebagai mengurangi ketegangan
Unsur-unsur Kaizen sendiri terangkum dalam paying Kaizen (Kaizen umbrella), yang terdiri atas : 
1.  Fokus pada pelanggan 
2.  Pengendalian kualitas terpadu (Total Quality Control) 
3.  Robotik 
4.  Gugus kendali mutu 
5.  Sistem saran
6.  Otomatisasi
7.  Disiplin di tempat kerja 
8.  Pemeliharaan produktivitas terpadu (Total Productive Maintenance)
9.  Kanban
10. Penyempurnaan kualitas
11. Tepat waktu (just in time)
12. Tanpa cacat (zero defect)
13. Aktivitas kelompok kecil
14. Hubungan kerjasama karyawan-manajemen
15. Pengembangan produk baru
Dalam Kaizen, manajemen puncak memegang peranan dan tanggung jawab untuk melakukan beberapa hal berikut :
1. Mengintroduksi Kaizen sebagai strategi perusahaan
2.Memberikan dukungan dan pengarahan untuk Kaizen dengan mengalokasikan sumber daya
3. Menetapkan kebijakan Kaizen dan sasaran fungsional silang
4. Merealisasikan sasaran Kaizen melalui penyebarluasan kebijakan dan audit
5. Membuat sistem, prosedur, dan struktur yang membantu Kaizen

Peranan manajemen madya dan staf adalah terlibat dan bertanggung jawab untuk :
1.Menyebarluaskan dan mengimplementasikan sasaran Kaizen sesuai pengarahan manajemen puncak melalui penyebarluasan kebijakan dan manajemen fungsional  silang
2.Mempergunakan Kaizen dalam kapabilitas fungsional
3.menetapkan, memelihara, dan meningkatkan standar
4.Mengusahakan agar karyawan sadar Kaizen melalui program latihan intensif
5.Membantu karyawan memperoleh ketrampilan dan alat pemecah masalah

Penyelia (supervisor) mempunyai peran  bertanggung jawab dalam :
1.Mempergunakan Kaizen dalam peranan fungsional
2.Memformulasikan rencana untuk Kaizen dan memberikan bimbingan kepada karyawan
3.Menyempurnakan komunikasi dengan karyawan dan mempertahankan moral tinggi
4.Mendukung aktivitas kelompok kecil (seperti gugus mutu) dan system saran individual
5.Mengintroduksi disiplin di tempat kerja
6.Memberikan saran Kaizen

Setiap karyawan memiliki tanggung jawab untuk :
1.Melibatkan diri dalam Kaizen melalui sistem saran dan aktivitas kelompok kecil
2.Mempraktikkan disiplin di tempat kerja
3.Melibatkan diri dalam pengembangan diri yang terus menerus supaya menjadi pemecah masalah yang lebih baik
4.Meningkatkan ketrampilan dan keahlian kinerja pekerjaan dengan pendidikan silang
5R Kaizen : Perbaikan Lingkungan Kerja dan Produktivitas Karyawan
Kaizen berasal dari bahasa Jepang "kai" yang artinya "perubahan" atau "perbaikan" dan "zen" yang artinya : "baik". Kaizen merupakan sistem pengambangan produktivitas, kualitas, teknologi, proses produksi, budaya kerja, keamanan kerja, dan kepemimpinan yang dilakukan terus menerus. Dengan 5R Kaizen, maka pekerja akan lebih nyaman, lebih efisien, lebih produktif, dan lebih sejahtera.
Salah satu metode perubahan dan perbaikan yang dilakukan banyak perusahaan adalah menerapkan 5S / 5R.
5S / 5R adalah cara untuk meningkatkan produktivitas dengan melakukan kegiatan menata tempat kerja. Karena lingkungan kerja yang nyaman, dan teratur, dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang tinggi di perusahaan.
Di Jepang, cara ini sudah menjadi budaya kerja dan dikenal dengan 5S, sedangkan di Indonesia disebut 5R, yaitu :
1. Seiri. = Ringkas
2. Seiton. = Rapi
3. Seiso. = Resik
4. Seiketsu = Rawat
5. Shitsuke = Rajin
5S / 5R diatas merupakan urutan dalam menata tempat kerja, yang merupakan tanggung jawab semua pekerja, mulai dari CEO sampai Cleaning Service. Setiap pekerja bertanggung jawab melakukan penataan tempat kerja kearah yang lebih baik, dan ini harus menjadi budaya perusahaan.
Seiri / Ringkas : Membuang barang barang yang tidak diperlukan, dan menyimpang barang yang diperlukan dengan cara tertentu agar mudah diakses ketika dibutuhkan.
Langkah langkah Ringkas :
1.      Cek barang di area kerja masing masing
2.      Tentukan kategori barang yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan
3.      Beri label merah utk barang yang tidak dibutuhkan.
4.      Siapkan tempat untuk membuang barang barang yang tidak dibutuhkan
5.      Secara berkala, buanglah barang barang berlabel merah ke tempat yang telah disiapkan
Seiton / Rapi : menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah seberapa cepat kita menyimpan barang, dan seberapa cepat kita mengambilnya kembali ketika dibutuhkan.
Langkah-langkah Rapi :
1. Rancang metode penempatan barang yang diperlukan, sehingga mudah didapatkan kembali saat dibutuhkan
2. Tempatkan barang-barang yang diperlukan ke tempat yang telah dirancang dan disediakan.
3. Beri label / identifikasi untuk mempermudah penggunaan maupun pengembalian ke tempat semula
Seiso / Resik : membersihkan tempat kerja/lingkungan kerja, mesin/peralatan, dan barang-barang agar tidak terdapat debu dan kotoran. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh tiap karyawan.
Langkah-langkah Resik :
1. Sediakan sarana kebersihan
2. Pembersihan tempat kerja secara berkala.
3. Peremajaan tempat kerja.
4. Pelestarian Resik
Seiketsu / Rawat : mempertahankan hasil yang telah dicapai pada 3R sebelumnya dengan menstandarisasikannya.
Langkah Rawat :
1. Tetapkan standar kebersihan, penempatan, dan penataan
2. Komunikasikan ke setiap karyawan yang sedang bekerja di tempat kerja
Shitsuke / Rajin : terciptanya kebiasaan pribadi karyawan untuk menjaga dan meningkatkan apa yang sudah dicapai. Rajin di tempat kerja berarti pengembangan kebiasaan positif di tempat kerja.
Langkah langkah melakukan Rajin :
1. Tentukan Target bersama
2. Teladan atasan
3. Komunikasi di lingkungan kerja
4. Kesempatan belajar
Manfaat 5S / 5R :
1. Lingkungan kerja lebih nyaman, aman, dan bekerja lebih cepat
2. Peningkatan produksi, tanpa menambah area kerja
3. Produktivitas SDM meningkat
4. Penghematan yang diperoleh dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja

Contoh Draft Tugas Akhir


Bidang Studi ------------
Program ---------------
Jurusan -----------------

TUGAS AKHIR – ---- SKS
Nama Mahasiswa          :   Namaku                             Nrp. 
Tugas Diberikan             :  Januari 2011
Tugas Diselesaikan         :  Juli 2011
Dosen Pembimbing         :  Anonymous
Judul Tugas Akhir      : Otomatisasi Kecepatan Mobil Menggunakan Gelombang Ultrasonik untuk Menghindari Benturan
Uraian Tugas Akhir      :   
Pada saat ini begitu banyaknya angka kecelakaan yang terus meningkat dikarenakan kelalaian pengemudi dan kita sering melihat kemacetan di sepanjang jalan kota-kota besar yang membuat pengemudi kelelahan karena harus menginjak rem dan gas secara bergantian yang menyebabkan stres. Sistem ini dibuat bertujuan untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi di jalan raya bila diaplikasikan pada keadaan sebenarnya.
Permasalahan yang dihadapi oleh mobil yang menggunakan sistem ini yaitu jika terjadi kesalahan pada sistem ini maka mobil akan mementur benda dan akan hancur. Sistem ini hanya bisa diterapkan pada mobil yang otomatis saja, dan banyaknya kelemahan sensor ultrasonik bila digunakan pada benda yang bergerak.
Karya ini sangat berguna dalam dunia elektronika khususnya bidang transportasi. Karya ini berguna untuk mengukur jarak mobil terhadapbenda yang ada di depannya sehingga pada jarak yang ditentukan mobil tersebut dapat berhenti. Disamping itu dengan alat ini para pengemudi mobil juga diberi kemudahan dalam mengoperasikan mobil pada saat pengemudi lalai. Mobil akan berhenti pada jarak yang aman sehingga tidak terjadi kecelakaan. Jadi pengemudi lebih mudah dalam mengemudikan mobil.



                                                        Surabaya, 4 April 2011
Mengetahui,
 Menyetujui,
Ketua Program Studi
 Dosen Pembimbing









Nama
Nip.
Nama
 Nip.  




USULAN TUGAS AKHIR

1.  Judul Tugas Akhir
Otomatisasi Kecepatan Mobil Menggunakan Gelombang Ultrasonik untuk Menghindari Benturan
    
2.  Ruang Lingkup
Ruang lingkup pembahasan tugas akhir yang akan direncanakan meliputi:
▪   Teori Sistem Kontrol
▪   Mikrokontroller & Interfacing ( ATMEGA 16 & Codevission )
▪   Sensor Ultrasonik SRF04
▪   Motor DC & Motor Encoder
▪   PID Digital


3.  Latar Belakang
     Pada saat ini begitu banyaknya angka kecelakaan yang terus meningkat dikarenakan kelalaian pengemudi dan kita sering melihat kemacetan di sepanjang jalan kota-kota besar yang membuat pengemudi kelelahan karena harus menginjak rem dan gas secara bergantian yang menyebabkan stres. Sistem ini dibuat bertujuan untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi di jalan raya bila diaplikasikan pada keadaan sebenarnya.

4.  Perumasalahan
Permasalahan yang dihadapi oleh mobil yang menggunakan sistem ini yaitu jika terjadi kesalahan pada sistem ini maka mobil akan mementur benda dan akan hancur. Sistem ini hanya bisa diterapkan pada mobil yang otomatis saja, dan banyaknya kelemahan sensor ultrasonik bila digunakan pada benda yang bergerak.

5.  Tujuan
Perancangan sistem otomatisasi kecepatan mobil menggunakan gelombang ultrasonik untuk menghindari benturan ini dirancang pada mobil mainan yang nantinya bisa diaplikasikan pada mobil aslinya. Perancangan sistem ini dimaksudkan untuk mengurangi kecelakaan yang semakin meningkat dan mengurangi kelelahan serta stres dalam mengoperasikan mobil apabila terjebak dalam kemacetan. Pengendara juga bisa mengetahui kecepatan mobil pada LCD yang dipasang pada mobil, maka pengendara segera waspada terhadap jarak dan kecepatan mobilnya.

6.  Metodologi
1.      Studi pustaka dan survey data
2.      Perancangan dan pembuatan hardware serta mekanik
3.      Perancangan dan pembuatan software
4.      Pengujian dan analisa data
5.      Penyusunan buku tugas akhir

7.  Relevansi
     Karya ini sangat berguna dalam dunia elektronika khususnya bidang transportasi. Karya ini berguna untuk mengukur jarak mobil terhadapbenda yang ada di depannya sehingga pada jarak yang ditentukan mobil tersebut dapat berhenti. Disamping itu dengan alat ini para pengemudi mobil juga diberi kemudahan dalam mengoperasikan mobil pada saat pengemudi lalai. Mobil akan berhenti pada jarak yang aman sehingga tidak terjadi kecelakaan. Jadi pengemudi lebih mudah dalam mengemudikan mobil.  

8.  Jadwal Kegiatan
KEGIATAN
BULAN
I
II
III
IV
V
1. Studi Pustaka dan Survey





2. Perencanaan dan Pembuatan Alat





3. Perencanaan dan Pembuatan Software





4. Uji Coba dan Analisis Data





5. Penyusunan Laporan






9. Daftar Pustaka
·  Sudjatmiko, “Robot Penunjuk Arah Di Lingkungan Pens-ITS”, TA PENS ITS, 2005
·  ........., “datasheet ATMEGA 16”, www.alldatasheet.com
·  ........., “Robot project”, www.barello.com
·  ........., “ultrasonik”, www.parallax.com
·  Fernando Ardila, “Robot Pemadam Api PENS Amobile”, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-ITS Surabaya, 2006


 Sebenarnya ada bagian Kebutuhan Peralatan dan Dana setelah Relevansi. Biasanya terdiri dari rincian anggaran penelitian yang berisi : 
a. Pengadaan Alat Sewa
b. Pengadaan Bahan Habis 
c. Trave Expenditure

Sensor dan Transduser


Sensor dan transduser merupakan peralatan atau komponen yang mempunyai peranan penting dalam sebuah sistem pengaturan otomatis. Ketepatan dan kesesuaian dalam memilih sebuah sensor akan sangat menentukan kinerja dari sistem pengaturan secara otomatis.
Besaran masukan pada kebanyakan sistem kendali adalah bukan besaran listrik, seperti besaran fisika, kimia, mekanis dan sebagainya. Untuk memakaikan besaran  listrik pada sistem pengukuran, atau sistem manipulasi atau sistem pengontrolan, maka biasanya besaran yang bukan listrik diubah terlebih dahulu menjadi suatu sinyal listrik melalui sebuah alat yang disebut transducer.
Sebelum lebih jauh kita mempelajari sensor dan transduser ada sebuah alat lagi yang selalu melengkapi dan mengiringi keberadaan sensor dan transduser dalam sebuah sistem pengukuran, atau sistem manipulasi, maupun sistem pengontrolan yaitu yang disebut alat ukur. 
Menurut D Sharon, dkk (1982), mengatakan sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala atau sinyal-sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi seperti energi listrik, energi fisika, energi kimia, energi biologi, energi mekanik dan sebagainya..
Contoh; Camera sebagai sensor penglihatan, telinga sebagai sensor pendengaran, kulit sebagai sensor peraba, LDR (light dependent resistance) sebagai sensor cahaya, dan lainnya.
Menurut William D.C, (1993), mengatakan transduser adalah sebuah alat yang bila digerakan oleh suatu energi di dalam sebuah sistem transmisi, akan menyalurkan energi tersebut dalam bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berlainan ke sistem transmisi berikutnya”. Transmisi energi ini bisa berupa listrik, mekanik, kimia, optic (radiasi) atau thermal (panas).
Contoh; generator adalah transduser yang merubah energi mekanik menjadi energi listrik, motor adalah transduser yang merubah energi listrik menjadi energi mekanik, dan sebagainya.
Menurut William D.C, (1993), mengatakan alat ukur adalah sesuatu alat yang berfungsi memberikan batasan nilai atau harga tertentu dari gejala-gejala atau sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi.
Contoh: voltmeter, ampermeter untuk sinyal listrik; tachometer, speedometer untuk kecepatan gerak mekanik, lux-meter untuk intensitas cahaya, dan sebagainya.

System Hydrostatic Transmisson

               Hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme. Pada sistem hidrolik, tekanan fluida merupakan tenaga penggerak sistem. sistem hidrolik banyak digunakan seperti memindahkan beban yang berat, sebagai alat penekan dan pengangkat. Dalam industri banyak ditemui penggunaan sistem hidrolik pada alat-alat berat, seperti truk pengangkat (dump truck), mesin moulding, mesin press, forklift, crane, dan lain-lain.

Perbedaan antara sistem hidrolik dan pneumatik adalah sebagai berikut:
1. Pada fluida kerja, sistem hidrolik menggunakan fluida cair bertekanan sedangkan pada pneumatik menggunakan fluida gas bertekanan
2. Sistem pneumatik umumnya menggunakan tekanan 4 – 7 kgf/cm2 dan menghasilkan output yang lebih kecil daripada sirkuit hidrolik, sehingga cocok untuk pekerjaan ringan
3. Sifat compressibility (mampu tekan) dari sirkuit hidrolik lebih besar daripada sirkuit pneumatik
4. Udara bertekanan memiliki resistansi (tahanan) kecil terhadap aliran dan dapat dijalankan dengan lebih tepat daripada tenaga hidrolik
5. Sistem hidrolik sensitif terhadap kebocoran minyak, api dan kontaminasi. Sedangkan udara bertekanan tidak mempunyai masalah seperti itu jika sirkuitnya dirancang dengan baik
6. Udara bertekanan dihasilkan oleh kompresor yang umumnya dimiliki oleh pabrik, tetapi sistem hidrolik membutuhkan pompa
7. Batas temperatur yang mampu diterima oleh peralatan hidrolik 60 – 70 °C, sedangkan untuk pneumatik dapat dijalankan hingga 180 °C 

Kelebihan dari sistem hidrolik adalah:
• Memiliki tekanan kerja yang relatif lebih besar daripada sistem pneumatik, sehingga cocok untuk pekerjaan-pekerjaan berat

Kekurangan dari sistem hidrolik adalah:
• Fluida dari sirkuit yang tercemar oleh kotoran akan menyebabkan peralatan hidrolik menjadi lemah dan cepat rusak
• Konstruksinya yang rumit dengan biaya yang mahal, serta kesulitan dalam pemeliharaan dan operasi
• Fluida kerja tidak dapat bertahan pada temperatur operasi yang lebih tinggi Komponen yang digunakan pada sistem hidrolik:
• Piston sebagai aktuator
• Pompa mengubah energi mekanis dari putaran poros menjadi energi fluida dan juga untuk menaikkan fluida kerja
• Tangki menstabilkan sirkulasi tekanan minyak yang dikeluarkan pompa, menyimpan fluida bertekanan, menghindari pressure drop apabila sejumlah besar minyak dipakai dalam waktu singkat
• Manometer (pressure gauge): mengukur tekanan kerja fluida pada saat piston melakukan langkah maju dan langkah mundur
• Hose
• Hose Couplers (penyambung hose)
• Directional control valve (flow control valve): Pompa hidrolik berfungsi untuk mentransfer energi mekanik menjadi energi hidrolik. Pompa hidrolik bekerja dengan cara menghisap oli dari tangki hidrolik dan mendorongnya kedalam sistem hidrolik dalam bentuk aliran (flow). Aliran ini yang dimanfaatkan dengan cara merubahnya menjadi tekanan. Tekanan dihasilkan dengan cara menghambat aliran oli dalam sistem hidrolik. Hambatan ini dapat disebabkan oleh orifice, silinder, motor hidrolik, dan aktuator.
           Pompa hidrolik yang biasa digunakan ada dua macam yaitu Positive dan Non - positive Displacement Pump. Ada dua macam peralatan yang biasanya digunakan dalam merubah energi hidrolik menjadi energi mekanik yaitu motor hidrolik dan aktuator. Motor hidrolik mentransfer energi hidrolik menjadi energi mekanik dengan cara memanfaatkan aliran oli dalam sistem merubahnya menjadi energi putaran (gambar 2) yang dimanfaatkan untuk menggerakan roda, transmisi, pompa dll.
           Prinsip kerja rem hidrolik didasarkan oleh hukum pascal, yang mana memungkinkan kita bisa memberikan gaya yang kecil untuk dapat mengangkat gaya atau beban yang jauh lebih besar, tentu dengan perbandingan luas penampangnya. Sebuah transmisi atau gearbox memberikan kecepatan dan torsi konversi dari sumber listrik berputar ke perangkat lain yang menggunakan rasio roda gigi. Dalam bahasa Inggris Inggris transmisi merujuk pada seluruh drive train, termasuk gearbox, kopling, prop poros (untuk roda belakang). Yang paling umum digunakan dalam kendaraan bermotor , dimana transmisi menyesuaikan output dari mesin pembakaran internal ke roda penggerak. Mesin tersebut perlu beroperasi pada relatif tinggi kecepatan rotasi , yang tidak sesuai untuk memulai, berhenti, dan perjalanan lebih lambat. Transmisi mengurangi kecepatan mesin yang lebih tinggi untuk kecepatan roda lambat, meningkatkan torsi dalam proses. Transmisi juga digunakan pada pedal sepeda, mesin tetap, dan dimana saja kecepatan putar dan torsi lain perlu disesuaikan. Seringkali, transmisi akan memiliki rasio roda gigi beberapa (atau hanya "gigi"), dengan kemampuan untuk beralih di antara mereka sebagai kecepatan bervariasi. . switching ini dapat dilakukan secara manual (oleh operator), atau secara otomatis.

Routing

Routing, adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah internetwork. Routing juga dapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat hinggap dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya. Untuk melakukan hal ini, digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang disebut sebagai router. Router-router tersebut akan menerima paket-paket yang ditujukan ke jaringan di luar jaringan yang pertama, dan akan meneruskan paket yang ia terima kepada router lainnya hingga sampai kepada tujuannya.

Dasar-dasar Routing
Routing digunakan untuk proses pengambilan sebuah paket dari sebuah alat dan mengirimkan melalui network ke alat lain disebuah network yang berbeda.
Jika network Anda tidak memiliki router, maka jelas Anda tidak melakukan routing.
Untuk bisa melakukan routing paket, ada hal-hal yang harus diketahui :
1. Alamat tujuan
2. Router-router tetangga dari mana sebuah router bisa mempelajari tentang network remote
3. Route yang mungkin ke semua network remote
4. Route terbaik untuk setiap network remote
Router menyimpan routing table yang menggambarkan bagaimana menemukan network-network remote. Jenis-jenis routing adalah :
a. Routing statis
b. Routing default
c. Routing dinamis

Proses Routing IP
Proses routing IP dapat dijelaskan dengan menggunakan gambar berikut ini :

Default gateway dari host 172.16.10.2 (Host_A) dikonfigurasi ke 172.16.10.1. Untuk dapat mengirimkan paket ini ke default gateway, harus diketahui dulu alamat hardware dari interface Ethernet 0 dari router (yang dikonfigurasi dengan alamat IP 172.16.10.1 tersebut). Mengapa demikian? Agar paket dapat diserahkan ke layer Data Link, lalu dienkapsulasi menjadi frame, dan dikirimkan ke interface router yang terhubung ke network 172.16.10.0. Host berkomunikasi hanya dengan alamat hardware pada LAN lokal. Penting untuk memahami bahwa Host_A, agar dapat berkomunikasi dengan Host_B, harus mengirimkan paket ke alamat MAC dari default gateway di jaringan lokal.

Routing Statis
Routing statis terjadi jika Admin secara manual menambahkan route-route di routing table dari setiap router.
Routing statis memiliki kentungan-keuntungan berikut:
> Tidak ada overhead (waktu pemrosesan) pada CPU router (router lebih murah dibandingkan dengan routeng dinamis)
> Tidak ada bandwidth yang digunakan di antara router.
> Routing statis menambah keamanan, karena administrator dapat memilih untuk mengisikan akses routing ke jaringan tertentu saja.

Routing statis memiliki kerugian-kerugian berikut:
> Administrasi harus benar-benar memahami internetwork dan bagaimana setiap router dihubungkan untuk dapat mengkonfigurasikan router dengan benar.
> Jika sebuah network ditambahkan ke internetwork, Administrasi harus menambahkan sebuah route kesemua router—secara manual.
> Routing statis tidak sesuai untuk network-network yang besar karena menjaganya akan menjadi sebuah pekerjaan full-time sendiri.
konfigurasi routing
Pertama-tama harus dipisahkan terlebih dahulu antara routing dan routing protocol. Seluruh system mengalirkan (route) data, namun tidak semua system menjalankan routing protocols. Routing adalah pelaksanaan dari forwarding datagram berdasarkan informasi yang terkandung dalam routing table. Routing protocol adalah program yang mengubah informasi yang digunakan untuk membangun routing table.
Konfigurasi routing untuk sebuah network tertentu tidak selalu membutuhkan sebuah routing protocol. Pada situasi dimana informasi routing tidak berubah, misalnya hanyaadal satu rute yang mungkin, routing table biasanya dibangun secara manual. Beberapa jaringan tidak mempunyai akses ke jaringan TCP/IP lain, dan oleh karena itu tidak perlu membangun routing table. Ada 3 konfigurasi routing yang biasa digunakan, yaitu :
1. Minimal routing
Sebuah jaringan yang terisolasi dari jaringan TCP/IP lainnya hanya membutuhkan minimal routing. Routing tabel minimal dibangun oleh ifconfig ketika interface network dikonfigurasi. Ada beberapa TCP/IP LAN yang hanya berhubungan dengan dunia luar melalui UUCP, tidak melalui TCP/IP lagi.
Contoh : ketika sebuah network interface baru dikonfigurasi, maka routing table yang dibangun oleh ifconfig adalah sebagai berikut :
>netstat –nr
Routing tables
Destination Gateway Flags Refcnt Use
Interface
127.0.0.1 127.0.0.1 UH 1 132 lo0
167.205.48.250 167.205.48.253 U 26 49041 le0



2. Static routing
Jaringan dengan jumlah gateway terbatas dapat dikonfigurasi dengan static routing. Sebuah static routing table dibangun secara manual oleh administrator menggunakan perintah route. Routing table ini tidak berubah apabila ada perubahan jaringan, jadi hanya digunakan apabila rute jaringan tidak berubah.
Contoh, untuk menambah sebuah rute kepada routing table, digunakan perintah sebagai berikut :
>route add 167.205.0.0 167.205.48.253 1
add net 167.205.0.0 : gateway ns3

3. Dynamic routing
Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan yang sama maka perlu digunakan dynamic routing. Sebuah dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh protokol routing. Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang kompoleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Tabel routing yang terlihat pada tabel berikut ini untuk router Boston, NY, dan LA. Tabel routing berisi satu entri untuk setiap rute. Kolom-kolom dari tabel routing meliputi:
• Tujuan jaringan IP alamat
• Alamat IP dari router hop berikutnya
• Jarak administratif yang digunakan untuk memilih rute paling-biaya jika beberapa rute ke jaringan tujuan memiliki metrik yang sama.
• Sebuah metrik yang digunakan untuk memilih rute paling-biaya jika lebih dari satu rute ada untuk jaringan tujuan.
Tabel 2-1 Routing tabel untuk router NY
Tujuan Jaringan Next-Hop Router Administrasi Jarak Jauh Metrik
192.10.0.0 192.10.0.0 Router NY Router NY 0 0 0 0
192.20.0.0 192.20.0.0 Router NY Router NY 1 1 0 0
192.30.0.0 192.30.0.0 192.20.0.3 192.20.0.3 110 110 1 1
192.40.0.0 192.40.0.0 192.20.0.3 192.20.0.3 120 120 2 2

Tabel 2-2 Routing tabel untuk Boston router
Tujuan Jaringan Next-Hop Router Administrasi Jarak Jauh Metrik
192.10.0.0 192.10.0.0 192.20.0.2 192.20.0.2 110 110 1 1
192.20.0.0 192.20.0.0 Router Boston Router Boston 0 0 0 0
192.30.0.0 192.30.0.0 Router Boston Router Boston 1 1 0 0
192.40.0.0 192.40.0.0 192.30.0.3 192.30.0.3 120 120 1 1

Tabel 2-3 Tabel Routing untuk LA router
Tujuan Jaringan Next-Hop Router Administrasi Jarak Jauh Metrik
192.10.0.0 192.10.0.0 192.30.0.2 192.30.0.2 110 110 2 2
192.20.0.0 192.20.0.0 192.30.0.2 192.30.0.2 110 110 1 1
192.30.0.0 192.30.0.0 Router LA Router LA 0 0 0 0
192.40.0.0 192.40.0.0 Router LA Router LA 1 1 0 0

Mengatur Jarak Administrasi untuk Route
Jarak administratif adalah bilangan bulat yang terkait dengan setiap rute diketahui router. Jarak merupakan cara yang dapat diandalkan sumber rute dianggap. Sebuah nilai yang lebih rendah lebih disukai daripada nilai yang lebih tinggi. Jarak administratif 255 menunjukkan tidak ada kepercayaan sumber; rute dengan jarak ini tidak diinstal pada tabel routing.
Tabel 2-4 menunjukkan jarak default untuk setiap jenis sumber dari rute yang bisa dipelajari.

Tabel 2-4 Default administrasi jarak untuk sumber rute
Route Source Rute Sumber Default Distance Default Jarak
Connected interface Connected interface 0 0
Static route Rute statis 1 1
Internal access route Internal akses rute 2 2
Access route Akses rute 3 3
External BGP Eksternal BGP 20 20
OSPF OSPF 110 110
IS-IS IS-IS 115 115
RIP RIP 120 120
Internal BGP Internal BGP 200 200
Unknown Unknown 255 255

Jika tabel routing IP berisi beberapa rute yang sama awalan-misalnya, sebuah rute OSPF dan RIP rute-rute dengan administrative distance terendah digunakan untuk forwarding.
Untuk mengatur jarak administrasi untuk rute BGP, lihat Menetapkan Jarak Administrasi untuk Route di ERX Panduan Konfigurasi Protokol Routing, Vol. 2, Bab 1, Konfigurasi BGP Routing.
Untuk mengatur jarak administrasi untuk RIP, IS-IS, dan OSPF, gunakan perintah jarak berikut dalam modus Konfigurasi Router.
> jarak
* Gunakan untuk menetapkan jarak administratif untuk RIP atau rute OSPF dalam kisaran 0-255.
* Untuk rute RIP, nilai default adalah 120.
* Untuk rute OSPF, nilai default adalah 110.

• Contoh

host1 (config) # router rip

host1 (config-router) # jarak 100

* Gunakan versi tidak untuk mengembalikan nilai default.

jarak ip

* Gunakan untuk mengatur jarak administrasi untuk IS-IS rute dalam kisaran 1-255.
* Contoh

host1 (config) # router isis

host1 (config-router) # jarak 80 ip

* Gunakan versi tidak untuk mengembalikan nilai default 115.

Routing Operasi
Router melacak informasi berikutnya-hop yang memungkinkan sebuah paket data untuk mencapai tujuan melalui jaringan. Sebuah router yang tidak memiliki koneksi fisik langsung ke tujuan pemeriksaan tabel routing dan paket ke depan ke router hop berikutnya yang lebih dekat ke tujuan itu. Proses ini berlanjut sampai paket tersebut mencapai tujuan akhir.


Mengidentifikasi Router yang Dalam sebuah Autonomous System
ID router umumnya salah satu alamat pasti router IP. Meskipun ID router, dengan konvensi, diformat sebagai alamat IP, maka tidak perlu dikonfigurasi alamat router. Jika Anda tidak menggunakan perintah ip router-id untuk menetapkan ID router, sistem ini menggunakan salah satu alamat IP-nya dikonfigurasi sebagai router ID.

ip router-id
* Gunakan untuk menetapkan router ID-pengenal unik IP protokol routing yang digunakan untuk mengidentifikasi router dalam suatu sistem otonom. Contoh :

host1 (config) # ip router-id 192.32.15.23

* Gunakan versi tidak untuk menghapus tugas ID router.

Pembentukan Rute Statis
Anda dapat menetapkan tujuan untuk menerima dan mengirimkan lalu lintas dengan rute tertentu melalui jaringan.
ip route

* Gunakan untuk mendirikan sebuah rute statis.
* Contoh

host1 (config) # ip route 192.66.0.1 255.255.255.0 192.56.15.23

* Gunakan versi tidak untuk menghapus rute statis dari tabel routing.

Swalla (Feat. Nicki Minaj & Ty Dolla $ign) Lyrics - Jason Derulo

[Nicki Minaj:] Drank Young Money [Jason Derulo:] Love in a thousand different flavors I wish that I could taste them all tonight No, I ain...